Dayalima Group menegaskan pentingnya workforce planning yang strategis saat menjadi panelis di Rebana CEO Club pada 4 Mei 2026 di Cirebon. Dalam forum yang diinisiasi Badan Pengelola Kawasan Rebana ini, Daniel Tumiwa membawakan sesi “Bridging the Gap Between Workforce Supply and Industry Needs” yang menyoroti tantangan menyelaraskan penyiapan talenta dengan kebutuhan industri yang berkembang cepat. Seiring tumbuhnya Rebana sebagai koridor industri baru Indonesia, permintaan talenta siap kerja meningkat tajam, sementara banyak organisasi masih menghadapi kesenjangan keterampilan. Dayalima menekankan perlunya talent ecosystem yang terhubung dan berbasis data untuk mendukung pembangunan industri berkelanjutan di kawasan tersebut.
Dayalima Group berpartisipasi sebagai panelis dalam Rebana CEO Club yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026, di Aston Cirebon Hotel & Convention Center. Diinisiasi oleh Badan Pengelola Kawasan Rebana, forum strategis ini mempertemukan para pemimpin dari sektor industri, pendidikan, dan pengembangan tenaga kerja untuk membahas masa depan ekosistem tenaga kerja kawasan Rebana.
Mewakili Dayalima Group, Daniel Tumiwa membawakan wawasan dalam sesi bertajuk “Bridging the Gap Between Workforce Supply and Industry Needs”, yang berfokus pada salah satu tantangan paling mendesak dalam pertumbuhan industri saat ini.
Seiring berkembangnya Rebana sebagai salah satu koridor industri baru Indonesia, permintaan akan talenta siap kerja meningkat signifikan. Namun, banyak organisasi masih menghadapi tantangan terkait kesiapan tenaga kerja, kesenjangan keterampilan, employability, dan akuisisi talenta.
Kondisi ini menegaskan kebutuhan mendesak akan ekosistem talenta yang lebih terhubung dan berbasis data, yang mampu mendukung pembangunan industri secara berkelanjutan.
Dayalima Group menekankan bahwa pengembangan tenaga kerja tidak boleh hanya berfokus pada rekrutmen, melainkan pada pembangunan talent ecosystem berkelanjutan yang menghubungkan permintaan industri, institusi pendidikan, perencanaan tenaga kerja, dan inisiatif employability.
Ekosistem talenta yang kuat memungkinkan organisasi memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja secara lebih akurat, mengidentifikasi kebutuhan keterampilan kritis, meningkatkan kesiapan kerja, mempercepat program employability, serta memperkuat pengembangan talent pipeline jangka panjang.
Salah satu sorotan diskusi adalah pengenalan platform dayarebana.id, inisiatif digital untuk mendukung perencanaan tenaga kerja dan pengembangan talent ecosystem di kawasan Rebana. Platform ini membantu industri, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan berkolaborasi secara transparan melalui proyeksi kebutuhan tenaga kerja, sistem rekrutmen digital, program employability, analitik tenaga kerja, dan inisiatif kesiapan talenta berbasis AI.
Dengan memanfaatkan teknologi dan data tenaga kerja, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi rekrutmen sekaligus meminimalkan ketergantungan pada perantara informal.
Diskusi di Rebana CEO Club menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kesiapan tenaga kerja. Pengembangan tenaga kerja yang berkelanjutan tidak dapat dicapai satu institusi saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif pemimpin industri, institusi pendidikan, lembaga pemerintah, dan mitra pengembangan tenaga kerja.
Melalui partisipasinya di Rebana CEO Club, Dayalima Group menegaskan komitmennya mendukung pengembangan tenaga kerja dan transformasi talent ecosystem di Indonesia. Dayalima percaya bahwa pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bergantung tidak hanya pada investasi infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan dan kualitas sumber daya manusia di baliknya.
Forum strategis yang diinisiasi Badan Pengelola Kawasan Rebana untuk mempertemukan pemimpin industri, pendidikan, dan pengembangan tenaga kerja membahas ekosistem workforce kawasan Rebana.
Proses perencanaan tenaga kerja yang memproyeksikan kebutuhan talenta masa depan, mengidentifikasi skill kritis, dan menyiapkan talent pipeline jangka panjang.
Inisiatif digital Dayalima untuk mendukung workforce planning dan talent ecosystem di kawasan Rebana melalui proyeksi kebutuhan, rekrutmen digital, dan analitik tenaga kerja.
Karena pertumbuhan industri yang berkelanjutan bergantung pada ketersediaan talenta yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Dayalima Group menegaskan posisinya sebagai mitra strategic partnership bagi investor internasional saat memaparkan strategi dukungan investasi Jepang di Osaka Expo Business Forum pada 30 September 2025. Co-Chairman Meike Malaon menyoroti pengalaman 27 tahun Dayalima di bidang leadership dan HR dengan visi membangun “Leaders for a New Planet” melalui beragam unit bisnis, dari recruitment hingga transformation consulting. CEO Daniel Tumiwa memperkenalkan “one-stop solution” yang menyederhanakan strategi legal, komersial, dan talenta untuk investor asing di fase Pre-Establishment maupun Post-Establishment. Studi kasus mencakup bantuan kepada produsen EV mengamankan insentif pemerintah dan merekrut 1.700 engineer, serta membangun tim teknis inti perusahaan fintech.
Pada 30 September 2025 di Osaka, Jepang, Dayalima Group memaparkan strategi komprehensifnya untuk mendukung investasi Jepang dalam Osaka Expo Business Forum. Forum ini menjadi panggung bagi Dayalima untuk menunjukkan kapabilitasnya sebagai mitra terpadu bagi perusahaan asing yang ingin masuk ke pasar Indonesia.
Co-Chairman Meike Malaon menyoroti pengalaman 27 tahun Dayalima di bidang leadership dan HR, dengan visi membangun “Leaders for a New Planet” melalui beragam unit bisnis yang mencakup recruitment hingga transformation consulting.
CEO Daniel Tumiwa memperkenalkan “one-stop solution” Dayalima yang dirancang untuk menyederhanakan strategi legal, komersial, dan talenta bagi investor asing. Pendekatan ini mencakup dua fase: Pre-Establishment (sebelum perusahaan berdiri) dan Post-Establishment (setelah beroperasi).
Dengan pendekatan terpadu ini, talent strategy diposisikan sebagai mesin keberhasilan, bukan hambatan—membantu investor fokus pada pertumbuhan tanpa terjebak kompleksitas operasional di pasar baru.
Presentasi Dayalima diperkuat sejumlah studi kasus nyata. Salah satunya membantu produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka mengamankan insentif pemerintah sekaligus merekrut 1.700 engineer. Studi kasus lain adalah mendukung perusahaan fintech membangun tim teknis intinya.
Contoh-contoh ini menunjukkan kemampuan Dayalima memberikan panduan strategis tingkat tinggi sekaligus eksekusi operasional berskala besar—kombinasi yang jarang dimiliki satu mitra.
Bagi investor asing, ketersediaan dan kesiapan talenta menentukan kecepatan operasional. Dayalima menegaskan bahwa workforce planning strategy yang matang dan akses ke talent pool Indonesia adalah fondasi keberhasilan investasi jangka panjang, bukan sekadar fungsi pendukung.
Dayalima Group menegaskan perannya sebagai mitra ideal bagi perusahaan Jepang, menawarkan keahlian untuk menavigasi pasar Indonesia dan mengubah investasi menjadi warisan yang berkelanjutan. Dengan rekam jejak lintas industri, Dayalima menjembatani ambisi global dengan realitas pasar lokal.
Strategi komprehensif dan one-stop solution untuk mendukung investasi Jepang masuk ke Indonesia, mencakup aspek legal, komersial, dan talenta.
Pendekatan terpadu yang menyederhanakan strategi legal, komersial, dan talent untuk investor asing di fase Pre-Establishment hingga Post-Establishment.
Membantu produsen EV mengamankan insentif pemerintah dan merekrut 1.700 engineer, serta membangun tim teknis inti sebuah perusahaan fintech.
Karena ketersediaan dan kesiapan talenta menentukan kecepatan dan keberhasilan operasional—Dayalima memposisikannya sebagai mesin keberhasilan, bukan hambatan.
Dayalima Group memperkuat perannya sebagai jembatan strategic partnership lintas negara dengan memfasilitasi kolaborasi antara Indonesia dan 21 perusahaan med-tech terkemuka asal China pada 20 Agustus 2025. Dalam sesi “Doing Business in Indonesia: Current Practices, Challenges, and Opportunities”, Dr. Indra Darmawan (Advisor Dayalima & BKPM) dan Rizki Dwianda Rildo (Partner Karna Partnership Law Firm) membahas topik krusial bagi investor asing—mulai dari kekayaan intelektual, keamanan data, kemitraan dengan pemain lokal, hingga talent pool terampil Indonesia. Diwakili Reza Hoesin dan Yunata Octaviano, Dayalima menunjukkan bagaimana perusahaan menghubungkan investor global dengan peluang unik Indonesia secara percaya diri.
Pada 20 Agustus 2025 di Jakarta, Dayalima memfasilitasi kolaborasi antara Indonesia dan 21 perusahaan med-tech terkemuka asal China melalui sesi bertajuk “Doing Business in Indonesia: Current Practices, Challenges, and Opportunities”.
Sesi ini menghadirkan wawasan dari Dr. Indra Darmawan, Advisor Dayalima sekaligus BKPM, dan Rizki Dwianda Rildo, Partner Karna Partnership Law Firm, untuk membekali calon investor dengan pemahaman menyeluruh tentang lanskap bisnis Indonesia.
Diskusi mencakup sejumlah topik krusial bagi investor asing, antara lain perlindungan kekayaan intelektual, keamanan data, kemitraan dengan pemain lokal, serta ketersediaan talent pool terampil di Indonesia. Topik-topik ini merupakan pertimbangan utama yang menentukan keberhasilan investasi lintas negara.
Dengan membahas tantangan sekaligus peluang secara terbuka, sesi ini membantu calon investor memetakan strategi masuk pasar yang lebih matang dan minim risiko.
Salah satu pesan kunci adalah pentingnya membangun strategic partnership dengan pemain lokal. Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kunci untuk memahami pasar, mempercepat adaptasi regulasi, dan mengakses talent pool Indonesia yang terampil—faktor yang menentukan keberlanjutan operasional jangka panjang.
Diwakili oleh Reza Hoesin dan Yunata Octaviano, Dayalima menunjukkan bagaimana perusahaan menjembatani investor global dengan peluang unik Indonesia, membantu bisnis masuk dan bertumbuh dengan percaya diri. Dengan memfasilitasi kolaborasi internasional, Dayalima turut mendukung pengembangan sektor med-tech dan menciptakan kemitraan berdampak di bidang kesehatan.
Dayalima Group adalah people strategist group dengan pengalaman panjang di bidang leadership dan HR. Melalui fasilitasi kolaborasi lintas negara, Dayalima memperluas perannya dari mitra pengembangan talenta menjadi penghubung strategis bagi investasi dan kemitraan bisnis di Indonesia.
Strategic partnership antara Indonesia dan 21 perusahaan med-tech terkemuka China melalui sesi diskusi bisnis pada Agustus 2025.
Kekayaan intelektual, keamanan data, kemitraan dengan pemain lokal, dan ketersediaan talent pool terampil di Indonesia.
Mempercepat transfer teknologi, membuka investasi, dan menciptakan kolaborasi berdampak dalam ekosistem kesehatan nasional.
Dengan menjembatani investor global ke peluang lokal melalui dukungan strategi legal, komersial, dan talenta.
Membahas isu future of work yang semakin mendesak, Dayalima Group menghadirkan Prof. Phanish Puranam, Professor of Strategy INSEAD, dalam masterclass “Re-humanize: Building Human-Centric Organizations in the Age of Algorithms” di kantor Mega Kuningan, Jakarta pada 14 Februari 2025. Sesi yang dimoderatori Joshua Paundra, Associate Director Dayalima Group, menyoroti dampak transformatif AI terhadap struktur organisasi sekaligus pentingnya mempertahankan pendekatan human-centric di tengah percepatan teknologi. Pesan utamanya jelas: teknologi memang membentuk ulang dunia kerja, namun manusia tetap memegang pilihan untuk menjadikannya alat yang mendukung pertumbuhan, bukan sumber ketergantungan.

Pada 14 Februari 2025, Dayalima Group menjadi tuan rumah bagi Prof. Phanish Puranam untuk masterclass bertajuk “Re-humanize: Building Human-Centric Organizations in the Age of Algorithms”, yang diangkat dari bukunya dengan judul serupa. Acara berlangsung di kantor Dayalima Mega Kuningan, Jakarta.
Sesi ini dimoderatori oleh Joshua Paundra, Associate Director Dayalima Group, dan menghadirkan wawasan mendalam tentang bagaimana organisasi dapat tetap berpusat pada manusia di era ketika algoritma semakin mendominasi pengambilan keputusan.
Prof. Puranam menggarisbawahi dampak transformatif kecerdasan buatan terhadap struktur organisasi. Pertanyaan besar yang muncul bukan apakah teknologi akan mengubah dunia kerja, melainkan bagaimana manusia menyikapi perubahan tersebut.
Sementara teknologi membentuk ulang tempat kerja, manusia memiliki pilihan: menjadi bergantung pada teknologi, atau memanfaatkannya sebagai alat yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan. Pilihan inilah yang akan menentukan masa depan dunia kerja di Indonesia dan global.
Inti dari masterclass adalah ajakan untuk ‘re-humanize’—mengembalikan peran sentral manusia di tengah otomatisasi. Organisasi human-centric tidak menolak teknologi, melainkan mengintegrasikannya secara bijak agar AI memperkuat kapabilitas manusia, bukan menggantikan nilai dan keterlibatan yang membuat organisasi tetap hidup.
Adopsi AI yang berhasil membutuhkan lebih dari sekadar teknologi—ia memerlukan organizational development yang matang. Penyelarasan struktur, budaya, dan kapabilitas manusia menjadi kunci agar transformasi digital tidak kehilangan dimensi kemanusiaannya. Di sinilah peran konsultan pengembangan organisasi menjadi krusial.
Dayalima Group adalah kelompok bisnis people strategy yang membantu organisasi mengoptimalkan potensi manusia melalui pendekatan berbasis sains dan inovasi. Dengan menghadirkan masterclass berstandar global, Dayalima menegaskan komitmennya menyediakan wawasan future of work yang relevan bagi para pemimpin organisasi di Indonesia.
“Re-humanize: Building Human-Centric Organizations in the Age of Algorithms” yang dibawakan Prof. Phanish Puranam, Professor of Strategy INSEAD.
Teknologi membentuk ulang dunia kerja, tetapi manusia tetap memegang pilihan untuk menjadikan AI sebagai alat pendukung pertumbuhan, bukan sumber ketergantungan.
Karena keputusan, budaya, dan inovasi tetap bergantung pada manusia—organisasi yang human-centric mampu memanfaatkan AI tanpa kehilangan nilai dan keterlibatan karyawan.
Melalui solusi organizational development dan transformasi yang menyeimbangkan adopsi teknologi dengan pengembangan kapabilitas manusia.
Dayalima Group mengambil peran strategis dalam membentuk masa depan kebijakan berbasis nilai melalui Values 20 (V20), engagement group resmi G20 yang relevan dengan agenda future of work global. V20 adalah komunitas global pakar dan praktisi nilai yang bertujuan memberi G20 solusi kebijakan berbasis bukti dan berpusat pada manusia untuk menjawab tantangan dunia. Diluncurkan pada 2020 dengan tema “Value of Values” dan berlanjut dengan “Values in Action”, V20 menghasilkan rekomendasi yang dipresentasikan kepada para kepala negara G20. Pada V20 2022, CEO Daya Dimensi Indonesia Yuri Yogaswara dan Direktur Dayalima Abisatya Meike Malaon bertindak sebagai Co-Chairs.
Values20, atau disingkat V20, adalah komunitas global yang terdiri dari pakar dan praktisi nilai yang secara aktif terlibat dengan Group of Twenty (G20). Komunitas ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang peran nilai dalam kebijakan publik, dengan misi menyediakan solusi kebijakan berbasis bukti dan berpusat pada manusia.
Solusi yang dirumuskan V20 diarahkan untuk membantu G20 mengatasi tantangan global. Komunitas ini telah menghasilkan rekomendasi dan kebijakan berdampak tinggi yang dipresentasikan kepada para Kepala Negara G20 untuk dipertimbangkan dan diaktivasi.
Pada V20 2022, CEO Daya Dimensi Indonesia, Yuri Yogaswara, dan Direktur Dayalima Abisatya, Meike Malaon, dipercaya menjadi Co-Chairs menyusul penunjukan sebagai bagian dari Organizing Committee tahun tersebut. Peran ini menegaskan posisi Dayalima Group sebagai kontributor pemikiran di tingkat forum kepemimpinan global.
Keterlibatan Dayalima dalam leadership forum berskala internasional seperti V20 memperkuat reputasi Indonesia sebagai pemain aktif dalam dialog kebijakan global yang berpusat pada nilai dan manusia.
Rekomendasi V20 yang berpusat pada manusia sangat relevan dengan agenda future of work—bagaimana nilai, etika, dan kesejahteraan manusia tetap menjadi pertimbangan utama di tengah transformasi dunia kerja. Pendekatan ini menjadikan V20 sebagai jembatan antara kebijakan global dan praktik organisasi di lapangan.
V20 memulai perjalanannya pada 2020 dengan fokus pada ‘Value of Values’, lalu berlanjut pada 2021 dengan tema ‘Values in Action’. Evolusi tema ini menunjukkan komitmen V20 untuk tidak berhenti pada wacana, melainkan mendorong implementasi nilai secara konkret dalam kebijakan dan praktik.
Daya Dimensi Indonesia dan Dayalima Abisatya adalah bagian dari Dayalima Group yang fokus pada pengembangan kepemimpinan dan strategi manusia. Keterlibatan dalam V20 mencerminkan visi Dayalima membentuk pemimpin yang memajukan kemanusiaan—Leaders of a New Planet.
Komunitas global pakar dan praktisi nilai yang terhubung dengan G20 untuk menyediakan solusi kebijakan berbasis bukti dan berpusat pada manusia.
CEO Daya Dimensi Indonesia Yuri Yogaswara dan Direktur Dayalima Abisatya Meike Malaon menjabat sebagai Co-Chairs V20 2022.
V20 merumuskan rekomendasi kebijakan berpusat pada manusia yang relevan dengan transformasi dunia kerja dan tantangan future of work global.
Informasi tersedia di situs resmi values20.org dan kanal komunikasi Dayalima Group.
Sebagai bagian dari komitmen corporate social responsibility, Yayasan Indonesia Lebih Baik (YILB)—lembaga nirlaba Keluarga Dayalima—bersama PT Jasa Raharja meluncurkan Jasa Raharja Resilience Program untuk memberdayakan penyandang disabilitas. Program pelatihan bersertifikat ini membekali keterampilan di dua bidang: digital melalui basic coding dan hospitality melalui pelatihan barista. Berlangsung intensif selama tiga bulan pada 2021, program ini diikuti 40 peserta terpilih dari 593 pendaftar, mencakup penyandang disabilitas daksa, netra, rungu, tuli, dan autisme dari seluruh Indonesia. Inisiatif ini menegaskan peran Dayalima Group dalam menciptakan dampak sosial nyata dan membuka peluang karier yang setara bagi komunitas disabilitas.

Pada Mei 2021, PT Jasa Raharja—Member of Indonesia Financial Group (IFG)—melalui Yayasan Indonesia Lebih Baik memberikan kesempatan kepada penerima manfaat dan masyarakat disabilitas dari seluruh Indonesia untuk menambah kemampuan di bidang digital dan hospitality melalui Jasa Raharja Resilience Program.
Program ini merupakan pelatihan bersertifikat yang berlangsung intensif selama tiga bulan penuh, mulai Juni hingga Agustus 2021. Pelaksanaannya seluruhnya daring dengan tambahan tiga hari luring khusus untuk program barista, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Resilience Program membekali peserta kemampuan teknis di dua bidang. Pertama, bidang digital berupa basic coding yang membuka peluang karier di sektor teknologi. Kedua, bidang hospitality berupa pelatihan dasar menjadi barista yang membuka jalan menuju industri jasa.
Pemilihan dua jalur ini bukan tanpa alasan—keduanya merupakan keterampilan dengan permintaan tinggi sekaligus memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi.
Program dikhususkan bagi dua golongan: penyandang disabilitas penerima manfaat Jasa Raharja akibat kecelakaan lalu lintas, serta disabilitas umum berusia 18 hingga 35 tahun di Indonesia. Dari 593 pendaftar yang mengikuti asesmen digital dan tes logika, terpilih 40 peserta.
Kelas basic coding diikuti 30 orang—terdiri dari 21 disabilitas daksa, 5 netra, 3 rungu, dan 1 disabilitas emosi (spektrum autisme)—dari berbagai penjuru Indonesia. Sementara kelas barista diikuti 5 disabilitas tuli dan 5 disabilitas netra dari Jabodetabek.

Program resmi dibuka secara daring oleh Kepala Divisi Keuangan PT Jasa Raharja, Triyugara, yang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas inisiatif bersama Jasa Raharja dan YILB dalam mendukung disabilitas Indonesia menjadi berdaya di tengah pandemi.
Acara Kick Off juga dihadiri dua perwakilan peserta, Yacob dan Molly. Yacob berharap program menjadi awal dari lebih banyak inisiatif pemberdayaan disabilitas, sementara Molly menyampaikan harapan untuk memulai karier di bidang digital setelah mengikuti program.
Program ini memperlihatkan manfaat CSR perusahaan yang berorientasi pada inklusi: menciptakan kesempatan setara, mendorong kemandirian ekonomi, dan memperkuat nilai sosial perusahaan. Lebih dari sekadar pelatihan, inisiatif ini membangun jembatan menuju dunia kerja yang lebih inklusif.
Yayasan Indonesia Lebih Baik (YILB) merupakan bagian nirlaba dari Keluarga Dayalima yang berdiri sejak 2005 untuk mewadahi aspirasi unit bisnis Dayalima dalam memberikan kontribusi bagi perbaikan masyarakat. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Dayalima Group telah membantu ratusan organisasi dan puluhan ribu eksekutif di Indonesia.
Program pelatihan bersertifikat hasil kolaborasi Jasa Raharja dan Yayasan Indonesia Lebih Baik (Dayalima Group) yang membekali penyandang disabilitas keterampilan coding dan barista.
Penyandang disabilitas penerima manfaat Jasa Raharja akibat kecelakaan lalu lintas serta disabilitas umum berusia 18–35 tahun di Indonesia.
Lembaga nirlaba bagian dari Keluarga Dayalima sejak 2005 yang mewadahi kontribusi unit bisnis Dayalima bagi perbaikan masyarakat.
Menciptakan dampak sosial nyata melalui pemberdayaan ekonomi inklusif sekaligus memperkuat keberlanjutan dan reputasi perusahaan.
Guru Pembangun Peradaban (GPP) adalah program corporate social responsibility Dayalima Group yang membangun karakter bangsa melalui edukasi nilai antikorupsi bagi para guru. Merupakan hasil kolaborasi Dayalima Abisatya dengan Pemerintah Kota Surabaya, SPAK Indonesia, Paragon, Semen Indonesia, dan Bank Mandiri, program ini dilaksanakan dalam tujuh batch untuk pengajar tingkat sekolah dasar dan menengah. Diluncurkan di Balai Kota Surabaya pada Desember 2019, GPP menggunakan metode pembelajaran berbasis permainan agar nilai-nilai antikorupsi tersampaikan dengan menyenangkan. Melalui pelatihan Training for Trainer, para guru dibekali kemampuan menanamkan kebiasaan baik sederhana yang menjadi fondasi pencegahan korupsi di generasi penerus.
Guru Pembangun Peradaban berangkat dari sebuah refleksi sederhana: mengapa kita perlu mengantri dengan sabar, berpikir rasional saat menghadapi kemarahan, atau berterima kasih kepada orang yang membantu. Kebaikan sehari-hari yang tampak kecil itu justru menjadi tameng dari perilaku yang merugikan banyak pihak, yakni korupsi.
Bagi Dayalima, guru adalah pengajar hidup—orang tua kedua, mentor, sekaligus pendidik nilai yang akan dibawa anak didik hingga dewasa. Program ini hadir untuk memperkuat peran mulia tersebut dengan membekali guru kemampuan menjelaskan nilai antikorupsi secara sederhana sehingga dipahami seluruh lapisan anak didik.
GPP merupakan hasil kolaborasi Dayalima Abisatya dengan Pemerintah Kota Surabaya, SPAK Indonesia, Paragon, Semen Indonesia, dan Bank Mandiri. Program dilaksanakan dalam tujuh batch untuk membangun karakter bangsa melalui edukasi nilai antikorupsi kepada pengajar di tingkat sekolah dasar dan menengah, dan resmi diluncurkan di Graha Sawunggaling, Balai Kota Surabaya pada 5 Desember 2019.
Kolaborasi lintas institusi ini menjadi contoh nyata bagaimana program CSR Dayalima Group menggandeng pemerintah, komunitas, dan korporasi untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.
Salah satu keunikan GPP adalah penggunaan media permainan sebagai cara belajar. Permainan yang dirancang khusus mampu menyampaikan pendidikan antikorupsi yang bermakna dengan cara menyenangkan. Pendekatan ini menegaskan bahwa hal-hal kecil di sekitar kita dapat menjadi sarana mengajarkan nilai-nilai baik.
Paparan ‘Membangun Budaya Antikorupsi’ dalam pelatihan menekankan pesan kuat: kita terbiasa membenarkan yang biasa, padahal seharusnya membiasakan yang benar. Pelatihan ini tidak menuntut peserta menjadi pribadi sempurna, melainkan berkomitmen mengurangi perilaku koruptif dan menjadi lebih baik setiap hari.
Batch pertama pelatihan Training for Trainer (TfT) GPP diadakan pada Juli 2020, diikuti perwakilan guru SMP se-Surabaya dengan tema “Kolaborasi Wujudkan Cita-Cita Membangun Generasi Antikorupsi” bersama narasumber Gandjar Laksamana Bonaprapta. Pada hari ketiga, peserta mempraktikkan langsung pola penyampaian nilai antikorupsi agar mudah dipahami murid.
Para guru memposisikan diri sebagai pemain—layaknya murid yang mencoba permainan antikorupsi—sehingga mereka memahami cara menyampaikan materi dengan sederhana dan rendah hati ketika kembali ke kelas masing-masing.
Melalui GPP, manfaat CSR perusahaan terlihat nyata: bukan sekadar kegiatan filantropi, melainkan investasi jangka panjang pada karakter bangsa. Dengan mencetak guru yang mampu menanamkan nilai antikorupsi, program ini berkontribusi membentuk generasi penerus yang lebih berintegritas.
Dayalima Abisatya adalah partner strategis yang mendukung transformasi pribadi dan organisasi melalui solusi berbasis kemanusiaan yang didukung teknologi. Inisiatif sosial seperti GPP merupakan bagian dari komitmen Keluarga Dayalima untuk berperan aktif memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan masyarakat dan negeri.
Program CSR Dayalima Group yang melatih guru sekolah dasar dan menengah menanamkan nilai antikorupsi melalui metode pembelajaran berbasis permainan.
Dayalima Abisatya bersama Pemerintah Kota Surabaya, SPAK Indonesia, Paragon, Semen Indonesia, dan Bank Mandiri.
Dengan menggandeng mitra pemerintah dan komunitas, merancang kurikulum nilai yang relevan, serta melatih multiplikator (guru) lewat pendekatan Training for Trainer.
Membangun dampak sosial berkelanjutan pada pendidikan karakter bangsa sekaligus memperkuat reputasi dan nilai keberlanjutan perusahaan.
Dayalima Group bersama 12 pemimpin nasional membentuk Rumah Mentor Indonesia (RUMI) untuk memperkuat talent ecosystem kepemimpinan di Indonesia. Merespons prediksi Boston Consulting Group tentang krisis pemimpin bisnis di berbagai level manajemen, RUMI hadir sebagai lembaga independen yang diinisiasi bersama Daya Dimensi Indonesia untuk membimbing generasi pemimpin berikutnya. Kedua belas pemimpin tersebut bertindak sebagai Steering Committee dan menandatangani nota kesepahaman pada 12 Maret 2020 di Jakarta. Melalui program one-on-one mentoring dan group mentoring, RUMI berkomitmen memutus gap antar-generasi pemimpin sekaligus mendukung pemerintah membangun sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing hingga level internasional.
Menurut riset Boston Consulting Group, Indonesia diprediksi mengalami krisis pemimpin di dunia bisnis pada berbagai level manajemen, baik secara kualitas maupun kuantitas. Tantangan ini perlu mendapat perhatian besar agar Indonesia tidak tertinggal di tengah kemajuan era digital dan Revolusi Industri 4.0.
Memahami urgensi tersebut, sejumlah pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap sumber daya manusia Indonesia berinisiatif membentuk Rumah Mentor Indonesia. Inisiatif ini lahir dari keyakinan bahwa pengembangan pemimpin tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan ekosistem yang saling terhubung.
RUMI merupakan lembaga independen yang diinisiasi oleh 12 pemimpin dengan pengalaman dan kompetensi di bidang masing-masing, bersama Daya Dimensi Indonesia. Tujuannya adalah memberikan bimbingan dan arahan kepada generasi pemimpin selanjutnya demi mencetak pemimpin Indonesia yang unggul.
Lembaga ini dirancang untuk menyatukan para pemimpin Indonesia yang memiliki reputasi dan prestasi di bidangnya, sehingga pengalaman mereka dapat diwariskan secara terstruktur melalui mentoring formal dan inklusif.
Kedua belas pemimpin menjabat sebagai Steering Committee dan bertanggung jawab membawa RUMI meningkatkan kualitas SDM melalui praktik unggul dalam mentoring. Tanggung jawab mereka mencakup merumuskan pembentukan RUMI, menentukan mentor di tiap program sesuai standar, serta mengawasi kegiatan agar selaras dengan code of conduct.
Steering Committee RUMI, Kuntoro Mangkusubroto, menyatakan bahwa SDM menjadi salah satu fokus pengembangan pemerintah. RUMI hadir untuk memutus gap antar-pemimpin beda generasi sekaligus mendukung pemerintah membangun negeri melalui pengembangan SDM yang mampu bersaing hingga level internasional.
Untuk mengembangkan kemampuan para pemimpin, RUMI menghadirkan dua format utama program mentoring, yaitu one-on-one mentoring dan group mentoring. Pendekatan ini memungkinkan transfer pengetahuan yang lebih personal sekaligus kolektif, menyesuaikan kebutuhan pengembangan tiap individu maupun kelompok.
Melalui kolaborasi aktif dengan berbagai pihak, RUMI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan SDM unggul melalui penyediaan talent pool hingga skala nasional.
RUMI menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama ekosistem pengembangan pemimpin. Sinergi antara dunia usaha, institusi pendidikan, dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan talenta terbaik bangsa siap menjadi roda penggerak kemajuan negeri di masa depan.
Sekretariat RUMI dijalankan oleh Daya Dimensi Indonesia (DDI), konsultan leadership bagian dari Dayalima Family dengan pengalaman lebih dari 20 tahun membantu organisasi merancang dan menjalankan program strategis seperti assessment centre, selection, learning, serta personal & organisational transformation.
Lembaga independen yang diinisiasi 12 pemimpin nasional bersama Daya Dimensi Indonesia untuk membimbing generasi pemimpin berikutnya melalui mentoring formal dan inklusif.
Sekretariat RUMI dijalankan oleh Daya Dimensi Indonesia (DDI), konsultan leadership bagian dari Dayalima Family dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.
RUMI menghadirkan dua format utama: one-on-one mentoring dan group mentoring untuk mengembangkan kemampuan pemimpin di Indonesia.
Talent ecosystem yang kuat membantu organisasi memutus gap antar-generasi pemimpin dan memastikan ketersediaan talent pool berkualitas untuk keberlanjutan bisnis.x