Dayalima Group menempatkan employee retention sebagai agenda utama saat menyelenggarakan “CALIBRATE: Executive Peer Insight Exchange”, sesi tertutup eksklusif bagi para CEO dan pemimpin korporasi di Harris Suites fX Sudirman, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026. Dikemas sebagai Pre-Iftar gathering, forum ini menghadirkan premis yang menggugah: talenta terbaik Anda mungkin sudah menyiapkan rencana keluar tanpa Anda sadari. Dipimpin Daniel Tumiwa, CEO Dayalima Group, diskusi mengupas “Leadership Realities in 2026”—ketika talent management tradisional gagal mengimbangi laju turnover modern, mulai dari penemuan salah rekrut di bulan keenam hingga kesenjangan antara investasi pelatihan dan retensi karyawan.
Tentang CALIBRATE: Executive Peer Insight Exchange
CALIBRATE dirancang sebagai sesi closed-door yang mempertemukan sekelompok terkurasi CEO dan pemimpin korporasi dalam suasana Pre-Iftar gathering. Berlangsung di Harris Suites fX Sudirman, Jakarta, forum ini menjadi ruang aman bagi para eksekutif untuk membahas tantangan talenta yang jarang dibicarakan secara terbuka.
Dipimpin Daniel Tumiwa, CEO Dayalima Group, dan difasilitasi para praktisi senior Dayalima, diskusi menyoroti kegagalan sistemik yang kritis—dari fenomena ‘six-month discovery’ atas salah rekrut hingga jurang yang melebar antara investasi pelatihan dan retensi karyawan yang sesungguhnya.
Mengapa Employee Retention Jadi Tantangan Utama di 2026
Sesi ini mengangkat tema “Leadership Realities in 2026”, sebuah pengakuan bahwa talent management tradisional kerap gagal mengimbangi laju turnover modern. Banyak organisasi baru menyadari kesalahan rekrutmen setelah enam bulan—saat biaya sudah terlanjur besar dan dampaknya menyebar ke tim.
Premis utama yang dihadapkan kepada peserta sangat menggugah: talenta terbaik Anda mungkin sudah memiliki rencana keluar. Cara meningkatkan employee retention karenanya tidak bisa lagi mengandalkan intuisi, melainkan harus berbasis sistem yang koheren di sepanjang siklus talenta.
Empat Chapter Roundtable: Membedah Talent Lifecycle
Inti pertukaran gagasan berpusat pada empat Executive Roundtable Chapters yang secara sistematis membedah talent lifecycle. Pendekatan ini membantu para pemimpin melihat retensi bukan sebagai peristiwa tunggal, melainkan rangkaian titik kritis yang saling terhubung.
Hire, Activate, Succession, dan Integration
Chapter pertama, HIRE, menganalisis mengapa orang yang salah masuk ke organisasi. Chapter kedua, ACTIVATE, menyoroti enam bulan pertama sebagai periode make-or-break bagi talenta baru. Chapter ketiga, SUCCESSION, menjelaskan mengapa top performer justru kerap menjadi yang pertama pergi—isu yang berkaitan erat dengan succession planning.
Chapter keempat, INTEGRATION, mengungkap mengapa blind spot organisasi baru terlihat setelah sebuah pengunduran diri terjadi. Keempat chapter ini membentuk peta utuh tentang di mana kebocoran retensi sesungguhnya bermula.
Talent Lifecycle Framework dan Talent Scorecard
Melampaui teori, workshop ini membekali peserta dengan Talent Lifecycle Framework yang actionable serta Talent Scorecard yang dipersonalisasi. Tujuan utamanya adalah beranjak dari budaya onboarding ‘figure it out’ menuju keadaan systemic coherence.
Dengan membandingkan insight terhadap rata-rata industri, para pemimpin dibekali kemampuan mentransformasi proses talenta mereka dari silo-silo yang terputus menjadi strategi terpadu yang mengamankan pertumbuhan jangka panjang.
Tentang Dayalima Group
Dayalima Group adalah people strategist group yang membantu organisasi mengoptimalkan potensi manusia melalui pendekatan berbasis sains dan data. Melalui forum eksklusif seperti CALIBRATE, Dayalima menghadirkan ruang bagi para pemimpin untuk mengubah cara pandang terhadap retensi talenta dan succession planning di era yang penuh disrupsi.
FAQ
Sesi closed-door eksklusif Dayalima Group bagi para CEO dan pemimpin korporasi yang membahas employee retention dan talent lifecycle, dikemas sebagai Pre-Iftar gathering di Jakarta.
Kondisi ketika organisasi baru menyadari kesalahan rekrutmen setelah sekitar enam bulan, saat biaya dan dampaknya pada tim sudah terlanjur besar.
Hire (mengapa orang salah masuk), Activate (enam bulan pertama yang kritis), Succession (mengapa top performer pergi lebih dulu), dan Integration (blind spot yang baru terlihat setelah resign).
Dengan beralih dari onboarding ‘figure it out’ menuju systemic coherence, didukung Talent Lifecycle Framework dan Talent Scorecard yang dibandingkan terhadap rata-rata industri.


