Program CSR Pemberdayaan Disabilitas: Coding & Barista bersama Dayalima

Sebagai bagian dari komitmen corporate social responsibility, Yayasan Indonesia Lebih Baik (YILB)—lembaga nirlaba Keluarga Dayalima—bersama PT Jasa Raharja meluncurkan Jasa Raharja Resilience Program untuk memberdayakan penyandang disabilitas. Program pelatihan bersertifikat ini membekali keterampilan di dua bidang: digital melalui basic coding dan hospitality melalui pelatihan barista. Berlangsung intensif selama tiga bulan pada 2021, program ini diikuti 40 peserta terpilih dari 593 pendaftar, mencakup penyandang disabilitas daksa, netra, rungu, tuli, dan autisme dari seluruh Indonesia. Inisiatif ini menegaskan peran Dayalima Group dalam menciptakan dampak sosial nyata dan membuka peluang karier yang setara bagi komunitas disabilitas.

Tentang Jasa Raharja Resilience Program

Pada Mei 2021, PT Jasa Raharja—Member of Indonesia Financial Group (IFG)—melalui Yayasan Indonesia Lebih Baik memberikan kesempatan kepada penerima manfaat dan masyarakat disabilitas dari seluruh Indonesia untuk menambah kemampuan di bidang digital dan hospitality melalui Jasa Raharja Resilience Program.

Program ini merupakan pelatihan bersertifikat yang berlangsung intensif selama tiga bulan penuh, mulai Juni hingga Agustus 2021. Pelaksanaannya seluruhnya daring dengan tambahan tiga hari luring khusus untuk program barista, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dua Jalur Keterampilan: Coding dan Barista

Resilience Program membekali peserta kemampuan teknis di dua bidang. Pertama, bidang digital berupa basic coding yang membuka peluang karier di sektor teknologi. Kedua, bidang hospitality berupa pelatihan dasar menjadi barista yang membuka jalan menuju industri jasa.

Pemilihan dua jalur ini bukan tanpa alasan—keduanya merupakan keterampilan dengan permintaan tinggi sekaligus memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi.

Siapa Saja Peserta Program Ini?

Program dikhususkan bagi dua golongan: penyandang disabilitas penerima manfaat Jasa Raharja akibat kecelakaan lalu lintas, serta disabilitas umum berusia 18 hingga 35 tahun di Indonesia. Dari 593 pendaftar yang mengikuti asesmen digital dan tes logika, terpilih 40 peserta.

Kelas basic coding diikuti 30 orang—terdiri dari 21 disabilitas daksa, 5 netra, 3 rungu, dan 1 disabilitas emosi (spektrum autisme)—dari berbagai penjuru Indonesia. Sementara kelas barista diikuti 5 disabilitas tuli dan 5 disabilitas netra dari Jabodetabek.

Kick Off Program dan Harapan Peserta

Program resmi dibuka secara daring oleh Kepala Divisi Keuangan PT Jasa Raharja, Triyugara, yang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas inisiatif bersama Jasa Raharja dan YILB dalam mendukung disabilitas Indonesia menjadi berdaya di tengah pandemi.

Acara Kick Off juga dihadiri dua perwakilan peserta, Yacob dan Molly. Yacob berharap program menjadi awal dari lebih banyak inisiatif pemberdayaan disabilitas, sementara Molly menyampaikan harapan untuk memulai karier di bidang digital setelah mengikuti program.

Manfaat CSR Perusahaan untuk Inklusi Disabilitas

Program ini memperlihatkan manfaat CSR perusahaan yang berorientasi pada inklusi: menciptakan kesempatan setara, mendorong kemandirian ekonomi, dan memperkuat nilai sosial perusahaan. Lebih dari sekadar pelatihan, inisiatif ini membangun jembatan menuju dunia kerja yang lebih inklusif.

Tentang Yayasan Indonesia Lebih Baik & Dayalima Group

Yayasan Indonesia Lebih Baik (YILB) merupakan bagian nirlaba dari Keluarga Dayalima yang berdiri sejak 2005 untuk mewadahi aspirasi unit bisnis Dayalima dalam memberikan kontribusi bagi perbaikan masyarakat. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Dayalima Group telah membantu ratusan organisasi dan puluhan ribu eksekutif di Indonesia.

FAQ

Apa itu Jasa Raharja Resilience Program?

Program pelatihan bersertifikat hasil kolaborasi Jasa Raharja dan Yayasan Indonesia Lebih Baik (Dayalima Group) yang membekali penyandang disabilitas keterampilan coding dan barista.

Siapa yang dapat mengikuti program ini?

Penyandang disabilitas penerima manfaat Jasa Raharja akibat kecelakaan lalu lintas serta disabilitas umum berusia 18–35 tahun di Indonesia.

Apa itu Yayasan Indonesia Lebih Baik (YILB)?

Lembaga nirlaba bagian dari Keluarga Dayalima sejak 2005 yang mewadahi kontribusi unit bisnis Dayalima bagi perbaikan masyarakat.

Apa manfaat program CSR seperti ini?

Menciptakan dampak sosial nyata melalui pemberdayaan ekonomi inklusif sekaligus memperkuat keberlanjutan dan reputasi perusahaan.

Program CSR Dayalima: Guru Pembangun Peradaban Cetak Generasi Antikorupsi

Guru Pembangun Peradaban (GPP) adalah program corporate social responsibility Dayalima Group yang membangun karakter bangsa melalui edukasi nilai antikorupsi bagi para guru. Merupakan hasil kolaborasi Dayalima Abisatya dengan Pemerintah Kota Surabaya, SPAK Indonesia, Paragon, Semen Indonesia, dan Bank Mandiri, program ini dilaksanakan dalam tujuh batch untuk pengajar tingkat sekolah dasar dan menengah. Diluncurkan di Balai Kota Surabaya pada Desember 2019, GPP menggunakan metode pembelajaran berbasis permainan agar nilai-nilai antikorupsi tersampaikan dengan menyenangkan. Melalui pelatihan Training for Trainer, para guru dibekali kemampuan menanamkan kebiasaan baik sederhana yang menjadi fondasi pencegahan korupsi di generasi penerus.

Apa Itu Program Guru Pembangun Peradaban?

Guru Pembangun Peradaban berangkat dari sebuah refleksi sederhana: mengapa kita perlu mengantri dengan sabar, berpikir rasional saat menghadapi kemarahan, atau berterima kasih kepada orang yang membantu. Kebaikan sehari-hari yang tampak kecil itu justru menjadi tameng dari perilaku yang merugikan banyak pihak, yakni korupsi.

Bagi Dayalima, guru adalah pengajar hidup—orang tua kedua, mentor, sekaligus pendidik nilai yang akan dibawa anak didik hingga dewasa. Program ini hadir untuk memperkuat peran mulia tersebut dengan membekali guru kemampuan menjelaskan nilai antikorupsi secara sederhana sehingga dipahami seluruh lapisan anak didik.

Kolaborasi Lintas Institusi dalam Program CSR Dayalima Group

GPP merupakan hasil kolaborasi Dayalima Abisatya dengan Pemerintah Kota Surabaya, SPAK Indonesia, Paragon, Semen Indonesia, dan Bank Mandiri. Program dilaksanakan dalam tujuh batch untuk membangun karakter bangsa melalui edukasi nilai antikorupsi kepada pengajar di tingkat sekolah dasar dan menengah, dan resmi diluncurkan di Graha Sawunggaling, Balai Kota Surabaya pada 5 Desember 2019.

Kolaborasi lintas institusi ini menjadi contoh nyata bagaimana program CSR Dayalima Group menggandeng pemerintah, komunitas, dan korporasi untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

Metode Belajar Antikorupsi Berbasis Permainan

Salah satu keunikan GPP adalah penggunaan media permainan sebagai cara belajar. Permainan yang dirancang khusus mampu menyampaikan pendidikan antikorupsi yang bermakna dengan cara menyenangkan. Pendekatan ini menegaskan bahwa hal-hal kecil di sekitar kita dapat menjadi sarana mengajarkan nilai-nilai baik.

Paparan ‘Membangun Budaya Antikorupsi’ dalam pelatihan menekankan pesan kuat: kita terbiasa membenarkan yang biasa, padahal seharusnya membiasakan yang benar. Pelatihan ini tidak menuntut peserta menjadi pribadi sempurna, melainkan berkomitmen mengurangi perilaku koruptif dan menjadi lebih baik setiap hari.

Training for Trainer: Membekali Guru sebagai Agen Perubahan

Batch pertama pelatihan Training for Trainer (TfT) GPP diadakan pada Juli 2020, diikuti perwakilan guru SMP se-Surabaya dengan tema “Kolaborasi Wujudkan Cita-Cita Membangun Generasi Antikorupsi” bersama narasumber Gandjar Laksamana Bonaprapta. Pada hari ketiga, peserta mempraktikkan langsung pola penyampaian nilai antikorupsi agar mudah dipahami murid.

Para guru memposisikan diri sebagai pemain—layaknya murid yang mencoba permainan antikorupsi—sehingga mereka memahami cara menyampaikan materi dengan sederhana dan rendah hati ketika kembali ke kelas masing-masing.

Manfaat CSR Perusahaan bagi Pembangunan Karakter Bangsa

Melalui GPP, manfaat CSR perusahaan terlihat nyata: bukan sekadar kegiatan filantropi, melainkan investasi jangka panjang pada karakter bangsa. Dengan mencetak guru yang mampu menanamkan nilai antikorupsi, program ini berkontribusi membentuk generasi penerus yang lebih berintegritas.

Tentang Dayalima Abisatya & Yayasan Indonesia Lebih Baik

Dayalima Abisatya adalah partner strategis yang mendukung transformasi pribadi dan organisasi melalui solusi berbasis kemanusiaan yang didukung teknologi. Inisiatif sosial seperti GPP merupakan bagian dari komitmen Keluarga Dayalima untuk berperan aktif memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan masyarakat dan negeri.

FAQ

Apa itu program Guru Pembangun Peradaban (GPP)?

Program CSR Dayalima Group yang melatih guru sekolah dasar dan menengah menanamkan nilai antikorupsi melalui metode pembelajaran berbasis permainan.

Siapa saja kolaborator program GPP?

Dayalima Abisatya bersama Pemerintah Kota Surabaya, SPAK Indonesia, Paragon, Semen Indonesia, dan Bank Mandiri.

Bagaimana cara menerapkan CSR perusahaan seperti GPP?

Dengan menggandeng mitra pemerintah dan komunitas, merancang kurikulum nilai yang relevan, serta melatih multiplikator (guru) lewat pendekatan Training for Trainer.

Apa manfaat CSR perusahaan dari program ini?

Membangun dampak sosial berkelanjutan pada pendidikan karakter bangsa sekaligus memperkuat reputasi dan nilai keberlanjutan perusahaan.

wa