Dayalima Group menegaskan pentingnya workforce planning yang strategis saat menjadi panelis di Rebana CEO Club pada 4 Mei 2026 di Cirebon. Dalam forum yang diinisiasi Badan Pengelola Kawasan Rebana ini, Daniel Tumiwa membawakan sesi “Bridging the Gap Between Workforce Supply and Industry Needs” yang menyoroti tantangan menyelaraskan penyiapan talenta dengan kebutuhan industri yang berkembang cepat. Seiring tumbuhnya Rebana sebagai koridor industri baru Indonesia, permintaan talenta siap kerja meningkat tajam, sementara banyak organisasi masih menghadapi kesenjangan keterampilan. Dayalima menekankan perlunya talent ecosystem yang terhubung dan berbasis data untuk mendukung pembangunan industri berkelanjutan di kawasan tersebut.
Dayalima Group berpartisipasi sebagai panelis dalam Rebana CEO Club yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026, di Aston Cirebon Hotel & Convention Center. Diinisiasi oleh Badan Pengelola Kawasan Rebana, forum strategis ini mempertemukan para pemimpin dari sektor industri, pendidikan, dan pengembangan tenaga kerja untuk membahas masa depan ekosistem tenaga kerja kawasan Rebana.
Mewakili Dayalima Group, Daniel Tumiwa membawakan wawasan dalam sesi bertajuk “Bridging the Gap Between Workforce Supply and Industry Needs”, yang berfokus pada salah satu tantangan paling mendesak dalam pertumbuhan industri saat ini.
Seiring berkembangnya Rebana sebagai salah satu koridor industri baru Indonesia, permintaan akan talenta siap kerja meningkat signifikan. Namun, banyak organisasi masih menghadapi tantangan terkait kesiapan tenaga kerja, kesenjangan keterampilan, employability, dan akuisisi talenta.
Kondisi ini menegaskan kebutuhan mendesak akan ekosistem talenta yang lebih terhubung dan berbasis data, yang mampu mendukung pembangunan industri secara berkelanjutan.
Dayalima Group menekankan bahwa pengembangan tenaga kerja tidak boleh hanya berfokus pada rekrutmen, melainkan pada pembangunan talent ecosystem berkelanjutan yang menghubungkan permintaan industri, institusi pendidikan, perencanaan tenaga kerja, dan inisiatif employability.
Ekosistem talenta yang kuat memungkinkan organisasi memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja secara lebih akurat, mengidentifikasi kebutuhan keterampilan kritis, meningkatkan kesiapan kerja, mempercepat program employability, serta memperkuat pengembangan talent pipeline jangka panjang.
Salah satu sorotan diskusi adalah pengenalan platform dayarebana.id, inisiatif digital untuk mendukung perencanaan tenaga kerja dan pengembangan talent ecosystem di kawasan Rebana. Platform ini membantu industri, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan berkolaborasi secara transparan melalui proyeksi kebutuhan tenaga kerja, sistem rekrutmen digital, program employability, analitik tenaga kerja, dan inisiatif kesiapan talenta berbasis AI.
Dengan memanfaatkan teknologi dan data tenaga kerja, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi rekrutmen sekaligus meminimalkan ketergantungan pada perantara informal.
Diskusi di Rebana CEO Club menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kesiapan tenaga kerja. Pengembangan tenaga kerja yang berkelanjutan tidak dapat dicapai satu institusi saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif pemimpin industri, institusi pendidikan, lembaga pemerintah, dan mitra pengembangan tenaga kerja.
Melalui partisipasinya di Rebana CEO Club, Dayalima Group menegaskan komitmennya mendukung pengembangan tenaga kerja dan transformasi talent ecosystem di Indonesia. Dayalima percaya bahwa pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bergantung tidak hanya pada investasi infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan dan kualitas sumber daya manusia di baliknya.
Forum strategis yang diinisiasi Badan Pengelola Kawasan Rebana untuk mempertemukan pemimpin industri, pendidikan, dan pengembangan tenaga kerja membahas ekosistem workforce kawasan Rebana.
Proses perencanaan tenaga kerja yang memproyeksikan kebutuhan talenta masa depan, mengidentifikasi skill kritis, dan menyiapkan talent pipeline jangka panjang.
Inisiatif digital Dayalima untuk mendukung workforce planning dan talent ecosystem di kawasan Rebana melalui proyeksi kebutuhan, rekrutmen digital, dan analitik tenaga kerja.
Karena pertumbuhan industri yang berkelanjutan bergantung pada ketersediaan talenta yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Dayalima Group menjawab tantangan hybrid work melalui sesi Bukapintu bertajuk “Managing Performance Anywhere, Anytime” yang digelar Dayainara bersama MyKlola di kantor Mega Kuningan, Jakarta, pada Rabu, 15 April 2026. Forum yang mempertemukan para pemimpin bisnis dan profesional HR ini mengupas evolusi penting dalam pertumbuhan organisasi: pergeseran menuju Data/AI-Driven Performance System. Seiring model kerja remote dan hybrid menjadi standar, sesi ini menegaskan bahwa menjaga standar tinggi tidak lagi menuntut kehadiran fisik, melainkan integrasi canggih antara teknologi dan strategi talenta yang menjembatani fleksibilitas dengan akuntabilitas.
Pada 15 April 2026, Dayainara berkolaborasi dengan MyKlola menyelenggarakan sesi Buka Pintu bertajuk “Managing Performance Anywhere, Anytime” di kantor Mega Kuningan. Acara ini merespons lanskap tempat kerja modern yang terus berubah, khususnya dalam hal mengelola performa lintas lokasi.
Forum mempertemukan para pemimpin bisnis dan profesional HR untuk mengeksplorasi evolusi krusial dalam pertumbuhan organisasi, yaitu peralihan menuju Data/AI-Driven Performance System.
Seiring model kerja remote dan hybrid menjadi standar, sesi ini menegaskan bahwa menjaga standar kerja tinggi tidak lagi membutuhkan kedekatan fisik. Yang dibutuhkan justru integrasi canggih antara teknologi dan strategi talenta.
Tantangan hybrid work di Indonesia umumnya berkisar pada bagaimana memastikan akuntabilitas tanpa mengorbankan fleksibilitas—dan inilah celah yang dijawab oleh pendekatan berbasis data.
Menampilkan wawasan dari Komal Jawad (Business Unit Director Dayainara) dan Alex Gaspersz (IT Director MyKLOLA), diskusi berpusat pada bagaimana data berperan sebagai jembatan antara fleksibilitas dan akuntabilitas.
Para pembicara menekankan bahwa untuk ‘elevate business and talent’, organisasi harus beralih dari pemantauan subjektif menuju insight objektif dan real-time. Pendekatan data driven HR inilah yang memberdayakan karyawan untuk berkembang tanpa memandang lokasi kerja mereka.
Dengan memadukan keahlian Dayalima sebagai people strategist group dan kerangka digital mutakhir, seminar ini menyediakan peta jalan bagi masa depan kepemimpinan. Pesan utamanya jelas: di era kerja tanpa batas, keberhasilan ditentukan oleh sistem yang mendukung performa di setiap titik sentuh.
Sistem performa berbasis data memastikan keunggulan dapat dicapai anywhere and anytime—menjadikan teknologi sebagai penopang, bukan pengganti, hubungan manusia dalam manajemen kinerja.
Dayainara adalah bagian dari Dayalima Group, people strategist group yang memadukan strategi talenta dengan teknologi untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Kolaborasi dengan MyKlola menegaskan komitmen Dayalima menghadirkan solusi performa yang relevan dengan realitas kerja hybrid di Indonesia.
“Managing Performance Anywhere, Anytime”—membahas cara mengelola performa di era hybrid work melalui Data/AI-Driven Performance System.
Memastikan akuntabilitas dan standar kerja tinggi tetap terjaga tanpa mengandalkan kehadiran fisik atau pemantauan subjektif.
Data berperan sebagai jembatan antara fleksibilitas dan akuntabilitas, menggantikan pemantauan subjektif dengan insight objektif dan real-time.
Komal Jawad (Business Unit Director Dayainara) dan Alex Gaspersz (IT Director MyKLOLA).