Membahas isu future of work yang semakin mendesak, Dayalima Group menghadirkan Prof. Phanish Puranam, Professor of Strategy INSEAD, dalam masterclass “Re-humanize: Building Human-Centric Organizations in the Age of Algorithms” di kantor Mega Kuningan, Jakarta pada 14 Februari 2025. Sesi yang dimoderatori Joshua Paundra, Associate Director Dayalima Group, menyoroti dampak transformatif AI terhadap struktur organisasi sekaligus pentingnya mempertahankan pendekatan human-centric di tengah percepatan teknologi. Pesan utamanya jelas: teknologi memang membentuk ulang dunia kerja, namun manusia tetap memegang pilihan untuk menjadikannya alat yang mendukung pertumbuhan, bukan sumber ketergantungan.

Pada 14 Februari 2025, Dayalima Group menjadi tuan rumah bagi Prof. Phanish Puranam untuk masterclass bertajuk “Re-humanize: Building Human-Centric Organizations in the Age of Algorithms”, yang diangkat dari bukunya dengan judul serupa. Acara berlangsung di kantor Dayalima Mega Kuningan, Jakarta.
Sesi ini dimoderatori oleh Joshua Paundra, Associate Director Dayalima Group, dan menghadirkan wawasan mendalam tentang bagaimana organisasi dapat tetap berpusat pada manusia di era ketika algoritma semakin mendominasi pengambilan keputusan.
Prof. Puranam menggarisbawahi dampak transformatif kecerdasan buatan terhadap struktur organisasi. Pertanyaan besar yang muncul bukan apakah teknologi akan mengubah dunia kerja, melainkan bagaimana manusia menyikapi perubahan tersebut.
Sementara teknologi membentuk ulang tempat kerja, manusia memiliki pilihan: menjadi bergantung pada teknologi, atau memanfaatkannya sebagai alat yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan. Pilihan inilah yang akan menentukan masa depan dunia kerja di Indonesia dan global.
Inti dari masterclass adalah ajakan untuk ‘re-humanize’—mengembalikan peran sentral manusia di tengah otomatisasi. Organisasi human-centric tidak menolak teknologi, melainkan mengintegrasikannya secara bijak agar AI memperkuat kapabilitas manusia, bukan menggantikan nilai dan keterlibatan yang membuat organisasi tetap hidup.
Adopsi AI yang berhasil membutuhkan lebih dari sekadar teknologi—ia memerlukan organizational development yang matang. Penyelarasan struktur, budaya, dan kapabilitas manusia menjadi kunci agar transformasi digital tidak kehilangan dimensi kemanusiaannya. Di sinilah peran konsultan pengembangan organisasi menjadi krusial.
Dayalima Group adalah kelompok bisnis people strategy yang membantu organisasi mengoptimalkan potensi manusia melalui pendekatan berbasis sains dan inovasi. Dengan menghadirkan masterclass berstandar global, Dayalima menegaskan komitmennya menyediakan wawasan future of work yang relevan bagi para pemimpin organisasi di Indonesia.
“Re-humanize: Building Human-Centric Organizations in the Age of Algorithms” yang dibawakan Prof. Phanish Puranam, Professor of Strategy INSEAD.
Teknologi membentuk ulang dunia kerja, tetapi manusia tetap memegang pilihan untuk menjadikan AI sebagai alat pendukung pertumbuhan, bukan sumber ketergantungan.
Karena keputusan, budaya, dan inovasi tetap bergantung pada manusia—organisasi yang human-centric mampu memanfaatkan AI tanpa kehilangan nilai dan keterlibatan karyawan.
Melalui solusi organizational development dan transformasi yang menyeimbangkan adopsi teknologi dengan pengembangan kapabilitas manusia.
Dayalima Group mengambil peran strategis dalam membentuk masa depan kebijakan berbasis nilai melalui Values 20 (V20), engagement group resmi G20 yang relevan dengan agenda future of work global. V20 adalah komunitas global pakar dan praktisi nilai yang bertujuan memberi G20 solusi kebijakan berbasis bukti dan berpusat pada manusia untuk menjawab tantangan dunia. Diluncurkan pada 2020 dengan tema “Value of Values” dan berlanjut dengan “Values in Action”, V20 menghasilkan rekomendasi yang dipresentasikan kepada para kepala negara G20. Pada V20 2022, CEO Daya Dimensi Indonesia Yuri Yogaswara dan Direktur Dayalima Abisatya Meike Malaon bertindak sebagai Co-Chairs.
Values20, atau disingkat V20, adalah komunitas global yang terdiri dari pakar dan praktisi nilai yang secara aktif terlibat dengan Group of Twenty (G20). Komunitas ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang peran nilai dalam kebijakan publik, dengan misi menyediakan solusi kebijakan berbasis bukti dan berpusat pada manusia.
Solusi yang dirumuskan V20 diarahkan untuk membantu G20 mengatasi tantangan global. Komunitas ini telah menghasilkan rekomendasi dan kebijakan berdampak tinggi yang dipresentasikan kepada para Kepala Negara G20 untuk dipertimbangkan dan diaktivasi.
Pada V20 2022, CEO Daya Dimensi Indonesia, Yuri Yogaswara, dan Direktur Dayalima Abisatya, Meike Malaon, dipercaya menjadi Co-Chairs menyusul penunjukan sebagai bagian dari Organizing Committee tahun tersebut. Peran ini menegaskan posisi Dayalima Group sebagai kontributor pemikiran di tingkat forum kepemimpinan global.
Keterlibatan Dayalima dalam leadership forum berskala internasional seperti V20 memperkuat reputasi Indonesia sebagai pemain aktif dalam dialog kebijakan global yang berpusat pada nilai dan manusia.
Rekomendasi V20 yang berpusat pada manusia sangat relevan dengan agenda future of work—bagaimana nilai, etika, dan kesejahteraan manusia tetap menjadi pertimbangan utama di tengah transformasi dunia kerja. Pendekatan ini menjadikan V20 sebagai jembatan antara kebijakan global dan praktik organisasi di lapangan.
V20 memulai perjalanannya pada 2020 dengan fokus pada ‘Value of Values’, lalu berlanjut pada 2021 dengan tema ‘Values in Action’. Evolusi tema ini menunjukkan komitmen V20 untuk tidak berhenti pada wacana, melainkan mendorong implementasi nilai secara konkret dalam kebijakan dan praktik.
Daya Dimensi Indonesia dan Dayalima Abisatya adalah bagian dari Dayalima Group yang fokus pada pengembangan kepemimpinan dan strategi manusia. Keterlibatan dalam V20 mencerminkan visi Dayalima membentuk pemimpin yang memajukan kemanusiaan—Leaders of a New Planet.
Komunitas global pakar dan praktisi nilai yang terhubung dengan G20 untuk menyediakan solusi kebijakan berbasis bukti dan berpusat pada manusia.
CEO Daya Dimensi Indonesia Yuri Yogaswara dan Direktur Dayalima Abisatya Meike Malaon menjabat sebagai Co-Chairs V20 2022.
V20 merumuskan rekomendasi kebijakan berpusat pada manusia yang relevan dengan transformasi dunia kerja dan tantangan future of work global.
Informasi tersedia di situs resmi values20.org dan kanal komunikasi Dayalima Group.