Dayalima Group menegaskan posisinya sebagai mitra strategic partnership bagi investor internasional saat memaparkan strategi dukungan investasi Jepang di Osaka Expo Business Forum pada 30 September 2025. Co-Chairman Meike Malaon menyoroti pengalaman 27 tahun Dayalima di bidang leadership dan HR dengan visi membangun “Leaders for a New Planet” melalui beragam unit bisnis, dari recruitment hingga transformation consulting. CEO Daniel Tumiwa memperkenalkan “one-stop solution” yang menyederhanakan strategi legal, komersial, dan talenta untuk investor asing di fase Pre-Establishment maupun Post-Establishment. Studi kasus mencakup bantuan kepada produsen EV mengamankan insentif pemerintah dan merekrut 1.700 engineer, serta membangun tim teknis inti perusahaan fintech.
Pada 30 September 2025 di Osaka, Jepang, Dayalima Group memaparkan strategi komprehensifnya untuk mendukung investasi Jepang dalam Osaka Expo Business Forum. Forum ini menjadi panggung bagi Dayalima untuk menunjukkan kapabilitasnya sebagai mitra terpadu bagi perusahaan asing yang ingin masuk ke pasar Indonesia.
Co-Chairman Meike Malaon menyoroti pengalaman 27 tahun Dayalima di bidang leadership dan HR, dengan visi membangun “Leaders for a New Planet” melalui beragam unit bisnis yang mencakup recruitment hingga transformation consulting.
CEO Daniel Tumiwa memperkenalkan “one-stop solution” Dayalima yang dirancang untuk menyederhanakan strategi legal, komersial, dan talenta bagi investor asing. Pendekatan ini mencakup dua fase: Pre-Establishment (sebelum perusahaan berdiri) dan Post-Establishment (setelah beroperasi).
Dengan pendekatan terpadu ini, talent strategy diposisikan sebagai mesin keberhasilan, bukan hambatan—membantu investor fokus pada pertumbuhan tanpa terjebak kompleksitas operasional di pasar baru.
Presentasi Dayalima diperkuat sejumlah studi kasus nyata. Salah satunya membantu produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka mengamankan insentif pemerintah sekaligus merekrut 1.700 engineer. Studi kasus lain adalah mendukung perusahaan fintech membangun tim teknis intinya.
Contoh-contoh ini menunjukkan kemampuan Dayalima memberikan panduan strategis tingkat tinggi sekaligus eksekusi operasional berskala besar—kombinasi yang jarang dimiliki satu mitra.
Bagi investor asing, ketersediaan dan kesiapan talenta menentukan kecepatan operasional. Dayalima menegaskan bahwa workforce planning strategy yang matang dan akses ke talent pool Indonesia adalah fondasi keberhasilan investasi jangka panjang, bukan sekadar fungsi pendukung.
Dayalima Group menegaskan perannya sebagai mitra ideal bagi perusahaan Jepang, menawarkan keahlian untuk menavigasi pasar Indonesia dan mengubah investasi menjadi warisan yang berkelanjutan. Dengan rekam jejak lintas industri, Dayalima menjembatani ambisi global dengan realitas pasar lokal.
Strategi komprehensif dan one-stop solution untuk mendukung investasi Jepang masuk ke Indonesia, mencakup aspek legal, komersial, dan talenta.
Pendekatan terpadu yang menyederhanakan strategi legal, komersial, dan talent untuk investor asing di fase Pre-Establishment hingga Post-Establishment.
Membantu produsen EV mengamankan insentif pemerintah dan merekrut 1.700 engineer, serta membangun tim teknis inti sebuah perusahaan fintech.
Karena ketersediaan dan kesiapan talenta menentukan kecepatan dan keberhasilan operasional—Dayalima memposisikannya sebagai mesin keberhasilan, bukan hambatan.
Dayalima Group memperkuat perannya sebagai jembatan strategic partnership lintas negara dengan memfasilitasi kolaborasi antara Indonesia dan 21 perusahaan med-tech terkemuka asal China pada 20 Agustus 2025. Dalam sesi “Doing Business in Indonesia: Current Practices, Challenges, and Opportunities”, Dr. Indra Darmawan (Advisor Dayalima & BKPM) dan Rizki Dwianda Rildo (Partner Karna Partnership Law Firm) membahas topik krusial bagi investor asing—mulai dari kekayaan intelektual, keamanan data, kemitraan dengan pemain lokal, hingga talent pool terampil Indonesia. Diwakili Reza Hoesin dan Yunata Octaviano, Dayalima menunjukkan bagaimana perusahaan menghubungkan investor global dengan peluang unik Indonesia secara percaya diri.
Pada 20 Agustus 2025 di Jakarta, Dayalima memfasilitasi kolaborasi antara Indonesia dan 21 perusahaan med-tech terkemuka asal China melalui sesi bertajuk “Doing Business in Indonesia: Current Practices, Challenges, and Opportunities”.
Sesi ini menghadirkan wawasan dari Dr. Indra Darmawan, Advisor Dayalima sekaligus BKPM, dan Rizki Dwianda Rildo, Partner Karna Partnership Law Firm, untuk membekali calon investor dengan pemahaman menyeluruh tentang lanskap bisnis Indonesia.
Diskusi mencakup sejumlah topik krusial bagi investor asing, antara lain perlindungan kekayaan intelektual, keamanan data, kemitraan dengan pemain lokal, serta ketersediaan talent pool terampil di Indonesia. Topik-topik ini merupakan pertimbangan utama yang menentukan keberhasilan investasi lintas negara.
Dengan membahas tantangan sekaligus peluang secara terbuka, sesi ini membantu calon investor memetakan strategi masuk pasar yang lebih matang dan minim risiko.
Salah satu pesan kunci adalah pentingnya membangun strategic partnership dengan pemain lokal. Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kunci untuk memahami pasar, mempercepat adaptasi regulasi, dan mengakses talent pool Indonesia yang terampil—faktor yang menentukan keberlanjutan operasional jangka panjang.
Diwakili oleh Reza Hoesin dan Yunata Octaviano, Dayalima menunjukkan bagaimana perusahaan menjembatani investor global dengan peluang unik Indonesia, membantu bisnis masuk dan bertumbuh dengan percaya diri. Dengan memfasilitasi kolaborasi internasional, Dayalima turut mendukung pengembangan sektor med-tech dan menciptakan kemitraan berdampak di bidang kesehatan.
Dayalima Group adalah people strategist group dengan pengalaman panjang di bidang leadership dan HR. Melalui fasilitasi kolaborasi lintas negara, Dayalima memperluas perannya dari mitra pengembangan talenta menjadi penghubung strategis bagi investasi dan kemitraan bisnis di Indonesia.
Strategic partnership antara Indonesia dan 21 perusahaan med-tech terkemuka China melalui sesi diskusi bisnis pada Agustus 2025.
Kekayaan intelektual, keamanan data, kemitraan dengan pemain lokal, dan ketersediaan talent pool terampil di Indonesia.
Mempercepat transfer teknologi, membuka investasi, dan menciptakan kolaborasi berdampak dalam ekosistem kesehatan nasional.
Dengan menjembatani investor global ke peluang lokal melalui dukungan strategi legal, komersial, dan talenta.